Dulu
Cergas kau melangkah mengejar
Senyum tawa yang menyenangkan
Belaian penuh makna
Kucupan mesra yang ikhlas
Didikan bekalan hidup
Rotan, tampar dan leteran mu mula beraksi
Sekarang
Kau tidak lagi mengejar
Senyum tawa mu tetap seperti dulu
Belaian mu tetap sama
Kucupan tetap di beri
Didikan tidak lagi dipersoal
Tiada lagi aksi rotan, tampar dan leteran
Tapi
Engkau tetap di sudut itu
Dari dulu hingga kini
Bezanya rupamu
Wajahmu berubah
Kulitmu tidak setegang dahulu
Rambutmu mula memutih
Aku sedar
Walau itu semua berubah
Kau tetap berada di sudut itu
Menanti, melihat hasil yang telah kau usahakan
Rotan, tampar dan leteran itu bukan keinginan mu
Tetapi tetap perlu diselitkan dalam senyum, tawa, belaian, dan kucupan itu
Demi menjadikan kami insan
Di sudut itu kau tersenyum lebih bermakna
Harap kau tetap berada di sudut itu melihat kami
Tanpa kau, sudut itu sunyi, kelam, tidak bermakna
No comments:
Post a Comment